Ditulis oleh agusampurno di/pada Januari 23, 2008

Menilai kinerja guru di sekolah bukan sebuah hal yang sederhana. Perlu sebuah komunikasi yang baik di dalam sekolah sendiri untuk membuat sebuah standar penilaian yang baik. Standar penilaian kinerja guru yang baik tidak muncul begitu saja. Perlu diupayakan kesepakatan dari pihak yang akan menilai (kepala sekolah) dan guru yang akan dinilai. Dengan demikian tercapai saling pengertian bahwa proses penilaian kinerja guru, sama sekali bukan untuk mencari-cari kesalahan tetapi semata-mata untuk peningkatan kinerja agar sekolah dapat berjalan lebih baik lagi dalam prakteknya. Serta bagaimana agar sekolah dapat membantu guru agar lebih baik lagi dalam melakukan pembelajaran dikelas.
Standar penilaian kinerja guru yang baik tidak muncul begitu saja. Perlu diupayakan kesepakatan dari pihak yang akan menilai (kepala sekolah) dan guru yang akan dinilai.
Berikut ini delapan pertanyaan yang dapat menuntun guru dan kepala sekolah dalam melakukan penilaian kinerja. Pertanyaan dibawah ini dapat diajukan kepada guru yang akan dinilai sekaligus mengarahkan kepala sekolah dalam menilai kinerja.
1. Apakah semboyan dan filosofi mengajar anda
2. Apakah rencana anda tahun ajaran ini
3. Sebutkan pencapaian anda tahun ini
4. Sebutkan kesulitan yang anda hadapi
5. Apakah strategi anda untuk mencapai tujuan-tujuan di tahun ajaran ini?
6. Apakah peran dan sumbangsih anda dalam kegiatan-kegiatan di sekolah?
7. Hal-hal apa saja yang harus di tingkatkan untuk mendukung kinerja anda di sekolah
8. Apa saran anda untuk sekolah ini?
Entri ini dituliskan pada Januari 23, 2008 pada 10:06 am dan disimpan dalam Hubungan sekolah dengan masyarakat, Kurikulum Baru (KTSP), Manajemen kelas, Manajemen personalia sekolah, Pengembangan kebijakan sekolah.
yang berkaitan: kepala sekolah, agus sampurno, penilaian kinerja guru.
Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan.
Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.
Januari 24, 2008 pada 2:06 am
informasi selanjutnya saya tunggu
siap, demi pendidikan di RI..
Salam kenal
Thanks sudah mampir
Januari 25, 2008 pada 8:20 am
kinerja bukan sekedar kerja sama,lebih dari itu perlu adanya peraturan yang mendukung untuk tercapainya. ini kerena kesadaran ditimbulkan bukan dari awal tapi dari kebiasaan untuk kontrol sesama rekan skerja.
Betul pak Priyono,
itu sebabnya alur dan mekanisme komunikasi yang baik di sekolah sangat diperlukan.
Terima kasih sudah mampir..
Januari 26, 2008 pada 1:00 am
Agar semboyan, filosofi dan rencana, yang dibuat menjadi altruistik dan memberikan nilai bagi konsumennya, sangatlah penting untuk bertanya kebutuhan dan harapan konsumennya.
Dan konsumen guru bukan hanya atasannya atau pemerintah… tapi juga termasuk experd pendidikan dan yang terpenting adalah orang tua murid.
Kadang proses ini tidak dilakukan secara efektif, sehingga tujuan & rencana yang dibuat tidak menjawab harapan yang mungkin saja sangat basic.
Setuju pak
jaman sekarang sekolah yang tidak menjadikan orang tua siswa sebagai mitra akan pudar..
thanks sudah mampir Pak Progo..
Maret 17, 2008 pada 12:09 am
saya sangat mendukung dan siap ambil bagian, karena ada sebuah ungkapan bahwa, bahwa guru adalah seperti rosul, kenapa karena ia senantiasa tabligh menyampaikan ilmu pengetahuannya untuk kemaslahatan ummat. bangkitlah Indonesiaku!!!
Terima kasih Pak Hidayat, untuk semangatnya. Salam kenal