Tiga strategi dalam membelajarkan siswa dengan sistem kelompok

Dalam tulisan terdahulu telah dibahas manfaat siswa dengan bekerja dalam kelompok, berikut ini adalah strategi yang dapat guru lakukan dengan membagi siswa dalam kelompok. Silahkan menguji cobakan strategi ini dikelas, namun tetaplah mencoba walaupun dirasa strategi-strategi ini kurang berhasil. Biasanya hal tersebut disebabkan oleh topik atau tema yang dijadikan bahan diskusi kurang menggigit, persiapan yang kurang atau ada gangguan lain yang disebabkan perilaku anak. Untuk itu kemampuan anda dalam mengelola kelas sangat penting. Jangan lupa membuat kesepakatan dulu dengan seluruh anggota kelas mengenai apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

Selamat mencoba!

1. Pair-share (berpasangan lalu berbagi). Terdiri dari dua orang

Cara membuat kelompok: strategi ini adalah yang paling mudah, secara berpasangan siswa diajak untuk berbagi idea atau bereksplorasi menjawab pertanyaan. Tipe grup seperti ini berguna saat melatih siswa untuk berbicara dan belajar mendengarkan orang lain.

Tipe tugas yang cocok untuk kelompok jenis ini adalah; berbagi pengalaman pribadi saat mengunjungi museum atau kunjungan (field trip) , memeriksa pekerjaan teman, berdikusi dengan tema yang sulit, atau berbagi pengalaman pribadi yang ada hubungannya dengan topic yng sedang diajarkan.

Keuntungan dari tipe pengelompokan jenis ini adalah; siswa punya banyak kesempatan untuk berbagi dengan rekan satu grup nya dengan leluasa tanpa khawatir oleh gangguan yang biasanya terjadi dalam kelompok yang besar. Dengan grup atau kelompok yang terdiri dari dua orang, siswa dengan kemampuan interpersonal yang sedikit akan merasa nyaman.

Kelemahan dari kelompok jenis ini adalah : dengan kelompok yang hanya terdiri dari dua orang, siswa kurang mendapat sudut pandang pendapat yang beragam.

2. Jigsaw

Cara membuat kelompok: dalam grup jigsaw, siswa melakukan dua fungsi sebagai orang yang meneliti (grup peneliti)atau mencari jawaban kemudian setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaan kemudian berubah menjadi orang yang mengajarkan (grup ahli)

Tipe tugas yang cocok untuk kelompok jenis ini adalah; Tipe kelompok jenis ini akan berfungsi dengan baik apabila guru mempunyai empat atau lima bagian dari sebuah topic untuk diteliti. Misalnya apabila anda punya empat pertanyaan mengenai suku Baduy di jawa Barat (karate fisik, kebiasaan, adat istiadat, dan kepercayaan) Setiap grup meneliti lima fakta dari setiap pertanyaan mengenai suku Baduy. Bila sudah selesai kelompok-kelompok tersebut saling mengajarkan satu dengan lainnya mengenai apa yang mereka teliti.

Keuntungan dari tipe pengelompokan jenis ini adalah; dengan memberi siswa tanggung jawab untuk mengajarkan dan belajar pada saat bersamaan, siswa sudah memperbaharui kemampuan mereka dalam mengajar dan meneliti (mencari jawaban).

Kelemahan dari pengelompokan jenis jenis ini adalah : ada beberapa tipe siswa yang akan berjuang keras ketika guru menerapkan strategi pembelajaran jigsaw ini. Biasa nya masalah yang timbul dikarenakan waktu yang kurang dan kemampuan mengajarkan orang lain yang masih terbatas.

3. Split-class discussion (membagi kelas menjadi dua untuk melakukan diskusi)

Cara membuat kelompok: Bagi kelas menjadi dua, topic diskusi harus benar-benar menarik agar siswa antusias. Jangan lupa libatkan semua siswa.

Tipe tugas yang cocok untuk kelompok jenis ini adalah Susun meja menjadi empat bagian, dua deret menghadapi dua deret lainnya. Gunakan bola yang tidak terlalu keras untuk dilempar ke belakang dan ke depan. Orang yang bebicara ialah orang yang memegang bola, Hal ini penting untuk memastikan agar semua orang mendapat kesempatan berbicara. Setiap orang ememgang bola hanya satu kali.

Keuntungan dari tipe pengelompokan jenis ini adalah: seluruh anggota kelas dapat mendengar sudut pandang yang berbeda. Saat mendengarkan orang lain berbicara siswa biasanya langsung merubah pendiriannya atau membuat pendapatnya menjadi lebih tajam dan komprehensif.
Kelemahan dari pengelompokan jenis jenis ini adalah: ada beberapa tipe siswa yang kesulitan berbicara di depan khalayak dan menyukai grup yang lebih kecil.

About these ads

2 gagasan untuk “Tiga strategi dalam membelajarkan siswa dengan sistem kelompok

  1. Strategi mengajar memang sangat diperlukan untuk dikuasai seorang guru. Diantaranya seperti telah dipaparkan di atasd yaitu pembelajaran berkelompok. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa setiap strategi yang akan dipakai hendaknya dibuat dalam sebuah perencanaan yang matang, tentunya diawali dengan tujuan apa yang akan dicapai setelah siswa mengikuti kegiatan tersebut, pengelolaan kelas serta cara memberikan instruksi kepada siswa. Sebagai guru kita perlu berhati-hati dikarenakan Kegiatan belajar secara berkelompok dapat memberikan dua kemungkinan; siswa belajar dengan efektif atau sebaliknya kegiatan tidak mengarahkan siswa mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

    Betul, ada banyak kejadian dimana orang tua mengeluh karena merasa anaknya yang menurutnya pintar dimanfaatkan oleh teman nya saat bekerja dalam kelompok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s