Archive for November 2007
Memajang karya siswa dalam dua bahasa
Selama ini yang kita sadari sumber belajar hanyalah buku dan guru, padahal ruangan kelas juga bisa kita jadikan sumber belajar. Caranya dengan memajang karya siswa. Dengan memajang karya siswa di kelas, guru sudah melakukan dua pekerjaan sekaligus secara bersamaan yaitu;
Peran strategis guru komputer dalam pembelajaran di sekolah.
Mata pelajaran komputer sudah banyak menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah. Bahkan hal ini bisa menjadi daya jual bagi sekolah. Tidak jarang ditemukan gambar lab komputer pada brosur sekolah sebagai penarik minat calon orang tua murid. Dengan demikian pertanyaan menjadi timbul, apakah dengan adanya komputer di sekolah dapat menjadikan pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik.
Stiker anak nakal
![]()
Buku luar biasa ini dikarang oleh penulis Korea yang bernama Hwang Sun-Mi dan Kwon, Sa-woo. Buku ini adalah buku seri Erlangga for Kids. Saat membaca buku ini ingatan saya kembali ke masa beberapa tahun berselang saat baru memulai karir di kelas. Buku ini layak dibaca oleh siapa saja yang mau menjadikan kelasnya menjadi kelas demokratis.
Membuka diri untuk kebutuhan belajar siswa
![]()
Selama dua hari (15 dan 16 November 2007)saya menjadi peserta inhouse workshop mengenai “belajar dan mengajar” . Workshop berlangsung setelah siswa pulang sekolah. Menarik sekali mengamati jalannya workshop, dikarenakan fasilitator workshop (Ade, Neena, Nira dan Hazzah) berusaha menyajikan materi secara runtut dan padat metode.
Membuat program anti bullying di sekolah
Mari bertanya dan membuat pertanyaan.
Dalam mengajar selain menerangkan materi pelajaran, guru juga ditantang untuk mampu bertanya dengan tidak asal bertanya. Aktivitas bertanya sepertinya sebuah hal yang sederhana, padahal dengan bertanya kita dapat mengetahui apakah siswa mampu menangkap apa yang kita sampaikan dan sejauh mana pembelajaran kita membuat dirinya tertarik.
Portfolio sebagai penanda tahap belajar siswa.
Sebagai pendidik, kita pasti mempercayai bahwa penilaian yang berkelanjutan sangat penting bagi siswa. Portfolio (koleksi pekerjaan siswa) sebagai penanda tahap belajar siswa dengan demikian wajib dimiliki. Portfolio bisa digunakan sebagai salah satu alat penilaian kepada siswa. Siswa dan guru dapat menggunakan portfolio sebagai sarana melihat kemajuan dalam pembelajaran. Manfaat lainnya portfolio bisa digunakan sebagai sarana komunikasi dua arah antara sekolah dan rumah.







