Penerapan metode belajar aktif dalam pembelajaran berbasis proyek.
Ditulis oleh agusampurno di/pada September 18, 2007
Coba anda bayangkan situasi kelas dibawah ini….
Siswa di kelas lima sedang belajar mengenai konsep mesin yang sederhana, mereka belajar konsep kekuatan, gerak dan bekerja mengaanalisa sebuah mesin yang sederhana. Dari mesin yang rumit mereka memepelajari kaidah mesin yang paling prinsip. Siswa mengoleksi, mengatur, menghadirkan kembali data-data menggunakan program excel. Saat merancang mesin sederhana mereka berperan sebagai perancang sekaligus mempegunakan prinsip perencanaan, perakitan, uji coba sebelum mesin sederhana buatan mereka diluncurkan didepan teman-teman kelas mereka.
Apabila ada pertanyaan mengenai ‘metode apa yang paling efektif untuk mengajar?’ jawabannya bergantung pada tujuan pembelajaran, isi pembelajaran, dan guru yang akan menggunakannya. Tapi ada jawaban lain yang lebih baik dari itu semua yaitu ’siswa mengajarkan siswa lainnya’ dikutip dari Wilbert J. McKeachie, pengarang buku Teaching tips: Strategies, research and theory for college and university teachers, Houghton-Mifflin (199
Illustrasi diatas serta kutipan dari buku merupakan gambaran dari dua metode mengenai pembelajaran yang pertama adalah ilustrasi dari pembelajaran dengan berbasis proyek sedangkan yang kedua adalah gambaran yang sederhana dan singkat mengenai pembelajaran aktif.
Pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran aktif,kedua-duanya saling berkaitan. Pembelajaran aktif merupakan ruh dari pembelajaran berbasis proyek.
Istilah yang sekarang ada dan memiliki esensi yang sama dengan belajar aktif adalah PAKEM atau pembelajaran aktif, efektif, dan menyenangkan. Istilah ini ada dalam kerangkan peningkatan mutu pendidikan manajemen berbasis sekolah (MBS). PAKEM adalah dua pilar dari empat pilar MBS. Dua pilar lainnya adalah manajemen yang transparan, dan keterlibatan masyarakat pendidikan.
Sedangkan pembelajaran berbasis proyek adalah proyek perseorangan atau grup dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu, menghasilkan sebuah produk, yang hasilnya kemudian akan ditampilkan atau dipresentasikan. Saat pengerjaan kelas menggunakan berbagai macam bahan-bahan, dengan pendekatan belajar aktif atau berpusat pada siswa
Menggunakan: kontruktivis, problem solving, inquiry, riset, integrated studies, pengetahuan dan ketrampilan, evaluasi, refleksi, dll
Dua metode diatas mempertimbangkan aspek
a. Gaya belajar siswa
b. Taksonomi pembelajaran
c. Kecerdasan majemuk
Berikut ini adalah gambaran mengenai jalannya pembelajaran dengan konsep mesin sederhana, lanjutan dari illustrasi diatas.
| VAK | Visual | Mencari gambar mesin sederhana dari Koran atau majalah dan film |
| Auditory | Mendengar dan melihat penjelasan dari pekerja konstruksi yang menjelaskan bagaimana mereka menggunakan mesin sederhana saat bekerja. | |
| Kinesthetic | Membuat mesin sederhana yang terbuat dari tanah liat. | |
| Otak kanan dan Otak kiri | Otak kiri | Mengikuti langkah demi langkah petunjuk membuat mesin sederhana. |
| Otak kanan | Berdiskusi mengenai peran mesin sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari | |
| Kecerdasan majemuk | Logis matematis | Membuat mesin sederhana dari mesin yang rumit |
| bahasa | Membuat karangan atau pidato menjelaskan mengenai pentingnya mesin sederhana dalam kehidupan . | |
| Spasial | Membuat presentasi menunjukkan perbedaan penggunaan mesin sederhana. | |
| Musikal | Membuat lagu tentang mesin sederhana. | |
| Tubuh dan kinestetis | Menggunakan benda-benda sederhana untuk menciptakan mesin sederhana. | |
| Antar pribadi | Bekerja dengan kelompok membuat video tentang mesin sederhana untuk siswa TK. | |
| Dalam pribadi | Membuat buku catatan harian mengenai pembelajaran. | |
| alam | Menemukan contoh dari mesin sederhana yang ada di alam, |











Oktober 1, 2007 pada 4:33 am
Saya pernah baca ini juga Pak. Metode nya sangat menarik.
Apakah sekolah di Indonesia saat ini sedang menuju ke arah pembelajaran ilustrasi dan berbasis proyek? Mengingat sekolah utamanya SD saat ini menerapkan tematik dalam KBM? Bagaimana menurut Bapak?
Jika anda mencermati KTSP, sebenarnya yang pemerintah lakukan adalah berusaha membakukan sebuah model pembelajaran yang ujungnya open end, artinya di tangan guru lah otonomi yang sangat luas untuk penggunaan metode atau pendekatan yang cocok bagi pembelajaran siswanya.
Oktober 2, 2007 pada 8:00 pm
Salam,
Si Mas ahli sekali ya di bidang pendidikan. Anak saya masih kecil (paling tua kelas 1 SD) dan sekarang sedang tinggal di Amerika. Setiap kali pulang ke jakarta dan bertemu teman mereka saling beradu bahwa sekolah anak mereka bagus, yang di tonjolkan terutama soal bilingual. Yang jelas sekolah itu mahal banget (fasilitas keren sih). Si mas ada nggak sekolah yang menurut mas bagus programnya untuk level SD?
Halo Mbak Anneke, bicara soal bilingual Pak Gene punya artikel yang menarik mengenai hal ini. Pada dasarnya setiap sekolah boleh mengatakan bahwa program bilingualnya paling bagus, tapi anda bisa mengukurnya dari sekeras apa usaha dari sekolah tersebut untuk memajukan pembelajaran bahasa Indonesia di dalam kelas-kelas mereka. Karena program bilingual yang berhasil tidak meninggalkan bahasa ibu (mother tongue).
Saya izin link blog nya ya…
Oktober 6, 2007 pada 2:39 am
bRAVO … Bongkar lagi harddisk mu … agar makin banyak yg tercerahkan
Betul, dan hanya inillah yang bisa kupersembahkan bagi dunia pendidikan Indonesia.
Walau sedikit pasti jadi membuat perbedaan, minimal untuk diri pribadi, jadi semakin terasah.
keep fight!
Oktober 9, 2007 pada 2:24 pm
padat isinya, menjadi bahan bacaan bermanfaat bagi saya,
Oktober 31, 2007 pada 4:22 am
Salam,
Wah ini dia yang saya cari…hal2 praktis yang bisa guru praktekkan di kelas. Lebih banyak lagi ya mas artikelnya tentunya dengan tema2 yang lebih menarik..keep going
Makasih ya
Tema lainnya segera menyusul.
Nopember 27, 2007 pada 9:03 am
Pak Agus, saya ini guru IPS yang lagi mumet bin buntu untuk ngajarin anak tentang suku bangsa dan ragam budaya kls V. Mbok ya dibantu gitu, gimana ya caranya menerapkan metode belajar aktif dalam pembelajaran berbasis proyek. Terus, terkadang untuk pembelajaran dengan bab yang sulit2 n metode yang repot2 itukan butuh waktu yang buanyak, gimana cara menyiasatinya ya?Terima kasih atas bantuannya
Maret 27, 2008 pada 9:50 am
Pada dasarnya tulisan anda dalam hal metode pembelajaran sangatlah bermanfaat bagi keilmuan saya, tetapi saya hanya menyarankan sebaiknya bapak menulis metode yang tendensinya mengarah pada lembaga pendidikan di pelosok. sebab, jika kita lihat tulisan bapak hanya bersifat pengantar saja tanpa ada spesifikasi.
terima kasih buat masukannya
saya memang sedang mengarah ke sana
April 23, 2008 pada 3:52 am
tambah pinter saya, gara-gara bapak… Tolong jangan takkabur, makin buat diri anda lebih bermanfaat lagi dengan orang-orang yang haus pengetahuan selain saya di Indonesia.
jangan mudah menyerah, pak…
Terima kasih doa dan motivasi anda,
Maju terus dunia pendidikan di Indonesia
Juli 20, 2008 pada 10:23 pm
PBL (project Based learning)terbukti ampuh untuk meningkatkan motivasi siswa. Mohon bapak kirim artikel atau mungkin hasil penelitan ke e-mail saya yang menyatakan bahwa PBL bisa meningkatkan kemampuan berbahasa siswa khususnya menulis.Thanks a lot.