Lompat ke isi

Saya Bisa, Anda Bisa, Kita Semua Bisa Menjadi Guru Kreatif dan Profesional

26 Januari 2012

Selamat datang di blog guru kreatif. Sebuah blog yang ditulis sebagai refleksi hari ke hari seorang guru sekolah seperti anda. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel di blog ini. Mari mensucikan niat bahwa keseharian kita di kelas sebagai guru adalah berlandaskan rasa ikhlas demi mempersiapkan siswa kita hidup di masa depan, sebuah masa dimana tidak ada hal yang pasti kecuali bagi individu yang berkarakter dan mengerjakan semuanya dengan hati.

Kelas yang menjadi tanggung jawab kita di sekolah adalah gambaran komunitas masyarakat dalam skala yang kecil. Isilah keseharian interaksi kita dengan siswa dengan hal yang selalu direncanakan dengan matang dan penuh kreativitas.  Semuanya bisa dilihat dari sosok seorang guru yang senang belajar dan memberi contoh karakter yang baik pada siswanya.

Selamat mendidik selamat mempersiapkan anak bangsa ini untuk menjemput impian Indonesia yang lebih baik dengan kreativitas. Katakan ‘Saya Bisa, Anda Bisa, Kita Semua Bisa Menjadi Guru Kreatif dan Profesional’.

12 Cara Membuat Siswa di Kelas Menjadi Siswa yang Kreatif

23 Januari 2012

Setiap tahunnya sebagai guru kita menimbang-nimbang siapa yang menjadi murid kita tahun ajaran ini. Menimbang-nimbang yang saya maksud adalah menimbang perilaku, kemampuan akademis serta yang terpenting kemampuan sosialisasi murid kita di kelas. Berbekal informasi dari guru lainnya guru bisa memaknainya sebagai informasi awal dalam upaya untuk melejitkan potensi siswa di kelas. Salah satu cara membuat siswa mengenali sendiri potensi dan kemampuannya adalah dengan membuat mereka menjadi siswa yang kreatif. Mari terlebih dahulu merubah pandangan bahwa kreativitas hanya ada di dunia seni. Kreativitas bisa dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja. Dengan kreativitas semua bidang kehidupan akan semakin maju karena inovasi yang lahir dari kreativitas.

Sama seperti guru yang kreatif, siswa yang kreatif akan membuat dunia pendidikan Indonesia maju. Di masa depan siswa yang kreatif juga akan mewarnai Indonesia dengan kiprahnya dan sumbangsihnya. Untuk itu tugas guru untuk jadikan siswa nya kreatif. Berikut adalah cara membuat siswa di kelas menjadi kreatif;

1. Minta siswa mengajarkan siswa lainnya sebagai bagian dari strategi belajar
2. Latih siswa untuk berpendapat dengan jelas dan lancar, sebagai cara membuat siswa percaya diri di depan teman
3. Biasakan siswa untuk bisa berpartisipasi dalam kelompok
4. Buat kegiatan di kelas agar siswa bisa berpikir mandiri sekaligus menjadi pemecah masalah
5. Siapkan penugasan bagi siswa yang di ujung penugasannya siswa diminta mengekspresikan diri secara kreatif bisa dengan drama, komik atau hal lain yang menuntut siswa kreatif
6. Sering-seringlah meminta siswa bekerja sama dalam kelompok agar mereka terbiasa bekerja sama dengan orang lain
7. Sering-sering memberi penugasan yang kreatif misalnya daripada sekedar meminta siswa merangkum isi buku, lebih baik meminta siswa mendisain ulang covernya
8. Mengikut sertakan ‘suara’ siswa dalam perencanaan pengajaran. Dengan demikian siswa biasa mengungkapkan pikiran dan berani mengungkapkan pendapat.
9. Saat membahas sesuatu di kelas, sering2 lah bertanya, “apa yang terlintas dipikiranmu ketika mendengar kata……”
10. Berikan pekerjaan rumah yang berkualitas pada siswa, bukan yang sekedar membuat siswa pusing. Misalnya daripada meminta siswa mengerjakan soal pilihan ganda, lebih baik meminta siswa melakukan wawancara, memotret gambar lewat hp kemudian memberikan komentar dan banyak kegiatan lainnya yang membuat siswa tertantang.
11. Memperbanyak diskusi dan interaksi antar siswa di kelas, mengurangi ceramah dan komunikasi satu arah di kelas, hanya dari guru pada siswa.
12. Menciptakan budaya menjelaskan di kelas, bukan sekedar menjawab yang betul. Artinya jika ada siswa yang menjawab betul minta ia menjelaskan alasannya dengan demikian siswa yang lain bisa terbantu dalam berusaha untuk mengerti.

Ke 12 cara di atas sudah saya praktekan di kelas, hasilnya siswa menjadi senang belajar, hubungan guru dan siswa juga menjadi semakin demokratis. Siswa akan menganggap gurunya adalah seorang yang mau mendengar dan juga orang yang senang belajar. Salah satu ciri individu yang kreatif adalah senang belajar, semoga tips di atas bisa membantu anda. Punya tips lain yang terbukti ampuh membuat siswa menjadi semakin kreatif? yuk berbagi lewat komentar

12 Cara Membuat Siswa di Kelas Menjadi Siswa yang Kreatif

4 Tantangan Menjadi Guru Kreatif

22 Januari 2012

Menjadi guru kreatif menjadi keinginan guru yang mengajar dengan hati. Saya ingat kata-kata rekan saya @mybothsides yang mengatakan ‘dimana ada kemauan disitu ada tantangan. Tantangan apa saja yang bisa seorang guru hadapi jika ia ingin menjadi seorang guru yang kreatif? Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin akan dihadapi;

  • Berani memperkuat motivasi

Bisa dikatakan hal inilah yang banyak membuat banyak guru memilih untuk menjadi guru yang biasa saja. Guru biasa yang saya maksud adalah guru yang hanya memaknai kehadirannya dikelas sebagai rutinitas sambil menunggu gajian. Persoalan motivasi adalah persoalan niat yang datang dari dalam lubuk hati terdalam. Maknai pekerjaan kita sebagai pengajar dan pendidik sebagai panggilan dipastikan motivasi kita akan terus menguat dan menjadi bahan bakar untuk menjadi guru yang kreatif. Sebaliknya ketiadaan motivasi bisa membuat seorang guru lemah bahkan terpikir untuk beralih profesi. Motivasi untuk menjadi guru yang kreatif bisa datang dari rekan sekerja, atasan atau dari siswa kita di kelas. Namun motivasi yang terbaik datang dari diri sendiri.

  • Menganggap biaya itu penting namun bukan yang paling penting

“Jika tidak ada dana, mana mungkin seorang guru jadi guru yang kreatif”, demikian kata-kata yang sering saya dengar saat berbicara soal kreativitas di kalangan guru. Dana memang penting namun itu bukan segala-galanya. Jika seorang guru mengartikan dana adalah uang yang bisa ia gunakan untuk membeli ini dan itu sebagai kelengkapan mengajar agar menjadi lebih kreatif, ia bisa benar bisa juga keliru. Banyak guru kreatif yang saya kenal menggunakan barang bekas ketika mengajar atau merawat kembali alat-alat mengajarnya agar bisa digunakan dilain waktu. Ada juga rekan saya bersikap (maaf) seperti pemulung yang senangnya mengumpulkan ini dan itu (barang bekas) hanya untuk bisa dipakai saat mengajar. Untuk anda ketahui bahkan di sekolah Internasional yang berkelimpahan dana, mereka selalu memakai barang daur ulang dengan alasan selain menghemat juga karena alasan lingkungan. Kreativitas memang perlu dana, namun kreativitas tidak mesti mahal. Banyak guru yang  karena keterbatasan dana malah menjadi sangat kreatif.

Read more…

5 karakter guru yang profesional

19 Januari 2012

Segera setelah kebijakan sertifikasi digulirkan pemerintah, banyak guru (termasuk saya) yang kemudian gamang mengenai arti sesungguhnya dari ‘profesionalisme’. Guru yang mengajar di kelas dari hari ke hari punya dua ujung sebagai perjalanan kariernya. Ujung pertama adalah rutinitas, artinya ia akan jadi orang yang pasif, terjebak rutinitas, cenderung bekerja demi harapkan gaji dan tunjangan di akhir bulan. Ujung kedua adalah ia semakin cinta pada profesi dan terus meningkatkan diri serta merasa hidupnya ‘berkah’ karena mengajar dan menyebarkan ilmu.

Pasti semua dari kita ingin menjadi guru yang menemui ujung kedua seperti yang saya ceritakan di atas. Untuk sampai kesana tidak bisa tidak kita membutuhkan karakter. Sebuah karakter yang memang tidak mudah untuk dipraktekkan serta berhubungan dengan banyak faktor lain. Silahkan mencermati karakter apa saja yang bisa membuat seorang guru menjadi guru profesional;

 1. Rendah hati

Karakter ini membuat seorang guru berpikiran terbuka serta mudah menerima hal-hal baru. Di depan siswa atau sesama guru ia terus terang jika tidak tahu. Maklum ditengah pesatnya pertumbuhan dan akses kepada informasi, semua orang benar-benar mesti belajar kembali dan bersedia menjadi seorang pembelajar. Hal ini membuat ia menjadi mitra belajar yang mengasyikkan bagi siswa dan sesama guru. Karakter rendah hati juga menjadi pembuka jalan bagi masuknya ilmu baru. Di sebuah sekolah jika semua gurunya rendah hati akan terjadi transfer ilmu dan terbentuk komunitas pembelajar, karena semua orang dihargai dari apa kontribusi tenaga dan ilmunya dan bukan dari seberapa seniornya ia di sekolah.

2. Pandai mengelola waktu

Sebagai seorang yang bekerja dengan administrasi serta tugas mengajar yang banyak setiap minggunya, guru dituntut untuk pandai mengelola waktu. Bukan cuma siswa dikelas saja yang punya hak terhadap diri kita, namun juga keluarga terdekat kita di rumah yang memerlukan perhatian. Guru yang pandai mengelola waktu membedakan prioritas dalam bekerja, mana yang mesti dikerjakan sekarang atau yang mesti digarap secara bertahap. Read more…

Siswa menggunakan laptop di kelas sebagai bagian dari strategi guru kreatif

17 Januari 2012

Guru mesti selalu berada di belakang siswa saat mereka menggunakan laptop, hal ini untuk memantau terus apa yang siswa buka di layar mereka saat pelajaran berlangsung.

Menggunakan laptop terbukti sangat membantu guru dalam membuat anak senang belajar. Maklum anak-anak jaman sekarang adalah individu yang menyenangi sekali teknologi informasi dalam segala bentuknya. Dengan menggunakan laptop guru menjadi orang yang sangat mengerti siswanya. Hal ini dikarenakan dengan cepat siswa menggunakan sampai-sampai jika tidak direncanakan guru akan kerepotan sendiri. Kerepotan yang saya maksud adalah bisa saja karena antusiasnya siswa jadi cepat selesai atau malah menjadi sangat tergantung pada bantuan gurunya karena program yang digunakan oleh guru, asing untuk mereka. Hal yang buruk lagi bisa terjadi adalah ketika siswa kita malah membuka situs yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran yang berlangsung.

Jika anda ingin menggunakan laptop sebagai bagian dari pembelajaran inilah caranya;

Read more…

Menggunakan film sebagai alternatif mengajar guru yang kreatif

16 Januari 2012

Film yang baik ada dimana saja, ia bisa dengan mudah ditemukan di youtube dan pada kepingan CD atau DVD. tugas guru untuk menghadirkan film yang berkualitas sebagai sarana mengajar dengan kreatif.

Menonton film adalah salah satu cara membuat siswa mengerti akan sebuah konsep atau mendapatkan lebih dari yang gurunya informasikan di kelas. menggunakan film sebagai alat pembelajaran bukan sebuah ide yang datang tiba-tiba, karena ia mesti dipikirkan dan direncanakan. Apa jadinya ketika film yang kita sajikan dikelas ternyata tidak sesuai atau malah terdaat adegan yang diluar konteks.

Ternyata komputer di kelas saya belum saya install pemutar film dengan jenis .flv. Jadilah untuk sementara saya gunakan komputer milik saya sendiri

berikut ini cara yang bisa guru kreatif tempuh dalam menggunakan film sebagai alat pembelajaran.

SEBELUM

  • pilih film yang ingin anda sajikan, lihat kategori umur dan ringkasan cerita. Perhatikan juga simbol-simbol kategori film.
  • pilih sumber film apakah akan download dari youtube atau DVD yang beredar di pasaran atau memilih film dari perpustakaan.
  • jika ingin download dari youtube pilih sesuai dengan waktu mengajar, karena kebanyakan singkat namun cukup kuat untuk menyampaikan pesan pengetahuan.
  • minta bantuan ornang yang mengerti caranya bisa sesama guru atau operator warnet terdekat dirumah anda.
  • putar dulu di kelas sebelum jam pelajaran, sendirian tanpa siswa, cek suara dan cek juga apakah komputer anda sediakan pemutar .flv atau .mp4. Apakah film bisa dimaju mundurkan?
  • minta siswa mnyediakan buk untuk mereka menulis kata kunci dan bukan kalimat sebagai hal atau info yang mereka dapatkan dari film.
  • buat kesepakatan dengan siswa apa yang boleh dan tidak boleh saat menonton

SAAT MENONTON Read more…

12 Cara Menjadi Guru yang Baik

12 Januari 2012

Siapkan minimal dua penugasan atau strategi saat mengajar, dijamin siswa akan sibuk sepanjang pelajaran. Cara yang ada di foto ini adalah siswa yang sdah selesai langsung ditunggu oleh tugas yang lain untuk dikerjakan.

Menjadi guru yang baik saat mengajar bukan soal sifat si guru tersebut tapi soal kemampuan mengatur irama pembelajaran. Guru yang sifatnya baik pun akan cepat marah jika muridnya sering berlaku tidak tertib. Salah satu hal yang membuat siswa tertib adalah kesibukan yang bermakna. Membuat siswa bisa sibuk namun tetap bermakna memang tantangan semua guru. Ada guru yang senang memberi soal sulit pada siswanya dengan harapan siswanya sibuk dan waktu mengajar dia tidak dipusingkan oleh masalah perilaku.

Padahal sebaliknya hal tadi hanya terjadi pada siswa yang perilakunya memang sudah baik, sementara anak-anak yang lain akan cepat bosan dan justru membuat ulah karena merasa gurunya memberi pekerjaan sulit tanpa jalan keluar. Karena pekerjaannya sulit membuat anak -anak yang memang sudah bermasalah pada perilaku akan timbul lagi keinginannya untuk membuat keributan dan ujung-ujungnya guru akan merasa gagal dalam mengajar siswanya di hari itu.

Ada beberapa cara untuk membuat jam pelajaran anda berlalu tanpa terasa baik kita sebagai guru maupun siswa sebagai penikmat cara mengajar dan perencanaan mengajar kita.

  1. rencanakan dalam seminggu perencanaan mengajar anda
  2. selalu update rencana pengajaran anda setelah dan sebelum mengajar
  3. tidur yang cukup setiap hari. Hal ini penting agar suasana hati kita terjaga dan tidak mudah emosi
  4. rencanakan pengajaran anda dalam team, jika tidak mungkin konsultasikan formal dan informal RPP anda pada rekan sesama guru.
  5. masuk kelas lebih awal bisa 3 menit atau 5 menit lebih awal.
  6. pikirkan 3 strategi atau rencana dalam mengajar, dengan demikian anak yang cepat selesai tetap punya kegiatan
  7. saat mengajar sempatkan memotivasi siswa. memotivasi itu bukan memuji karena memotivasi anda perlu mendalami karakter anak yang anda ingin motivasi
  8. tebarkan senyum pada seisi kelas
  9. ucapkan salam dengan semangat saat akan mengajar
  10. berikan soal yang menantang dan bukan sekedar sulit
  11. minta siswa untuk ajarkan siswa lainnya jika ia sudah selesai
  12. kurangi gaya  ‘one man show’ saat mengajar, kurangi semangat untuk menceramahi siswa. Biarkan siswa juga berbicara di kelas, berbagi mengenai strateginya dalam mengerjakan soal yang anda berikan.

Resep membuat kelas yang hidup dan menginspirasi

11 Januari 2012

Sebuah kelas yang hidup menjadi tujuan semua guru yang mengajar dengan hati. Mengajar dengan hati berarti mendahulukan kepentingan siswa. Guru lakukan segala cara agar siswa bisa paham dan mengerti saat ia mengajar. Jaman kita dahulu bersekolah, paham yang guru ajarkan berarti mampu menghafal dan bisa mengerjakan soal. Jaman sekarang kedua hal tersebut bukan lagi menjadi ukuran. Ukuran yang dipakai sekarang apakah siswa melaksanakan prosesnya dengan baik dan bukan sekedar mendapatkan jawaban yang betul. Guru juga diminta untuk membuat siswa bisa menunjukkan cara berpikirnya hingga bisa mendapatkan jawaban yang betul. Artinya proses dan hasil sama-sama pentingnya. Bukan jamannya lagi memaksa siswa untuk bisa mengerti dan belajar sesuai yang guru inginkan. Malah guru yang mesti menyesuaikan diri pada gaya belajar siswa.

Beberapa strategi dibawah ini akan menolong dan membantu anda dalam membuat kelas yang hidup dan membuat siswa secara sukarela terlibat dalam pembelajaran yang anda lakukan di kelas.

Bekerja secara berpasangan atau dalam kelompok.

Cara ini sangat dianjurkan dalam membuat siswa mau berbagi dan saat yang sama mendapatkan ide dari rekan sebayanya. Dengan bekerja dalam kelompok siswa diharapkan untuk aktif dan punya kemampuan bekerja sama dalam tim. Sebuah keahlian yang dibutuhkan di masa depan. Beberapa strategi dalam pembelajaran jenis ini adalah ; Think pair share, bekerja dengan siswa yang lebih senior, siswa memeriksa hasil pekerjaan dan mengajari temannya (peer teaching) tentunya dengan pengawasan guru. Bekerja dalam kelompok juga akan menjadi alternatif dari pemberian tugas pada siswa yang biasanya dikerjakan secara individu menjadi tugas yang membuat siswa berinteraksi satu sama lain. Guru juga bisa mengundang kelas yang lebih besar atau kelas yang lebih kecil untuk bekerja sama dan melakukan kegiatan bersama. Tentu saja ini membutuhkan perencanaan yang matang karena melibatkan kelas dan guru lain untuk terlibat. Dengan belajar bersama kelompok umur yang berbeda siswa menjadi belajar mengerti dan menghormati teman yang berbeda umur.

Mengatur pola komunikasi di kelas.

Seorang guru yang berada di kelas adalah seorang dewasa yang tingkah laku dan tutur katanya akan menjadi rujukan bagi siswanya. Saat guru mengajar di kelas ia sebenarnya sedang melakukan proses komunikasi. Sebaik-baiknya proses komunikasi adalah bersifat dua arah dan saling menghormati, karena hal itu juga yang terjadi di dunia nyata. Guru yang baik memberikan pengalaman yang nyata bagi siswanya, agar saat di luar kelas siswanya menjadi seorang pribadi yang siap berkomunikasi dan bergaul dengan siapa saja.
Kelas yang hidup di dalamnya terdapat pola komunikasi yang mendalam, sehat dan bermakna, caranya antara lain;

Read more…

Cara menjadi guru kreatif di kelas

9 Januari 2012

Kick start your brain. New ideas come from watching something, talking to people, experimenting, asking questions, getting out of the office
- Steve Jobs

Guru masa kini punya banyak cara untuk menjadikan dirinya kreatif. Di sekeliling kita saat ini bertebaran ide dan gagasan yang tinggal diambil dan digunakan. Tapi mari kita definisikan dulu makna guru kreatif, jika menjadi guru kreatif yang muncul di pikiran anda adalah Prof Yohannes pakar fisika kita anda mungkin benar.Di tangannya anak-anak di sulap menjadi juara fisika dengan pengajaran yang asyik dan mengena sehingga yg diajar senang dan ingin terus belajar lagi. Tapi juga bisa salah karena tidak perlu gelar pofesor untuk jadi kreatif. Tidak perlu bergelar tinggi untuk bisa kreatif. Kita pun guru biasa pasti bisa dan mampu menjadi kreatif. Selama pengalaman saya mengajar saya banyak menemukan guru yang kreatif bahkan dalam keterbatasan. Jadi pepatah yang mengatakan ada uang ada fasilitas, baru guru bisa menjadi kreatif sekarang mulai berubah.
Berikut beberapa cara yang bisa menjadikan anda guru yang kreatif saat di kelas

Konsentrasikan diri anda pada perencanaan mengajar

Mengajar berarti mempersiapkan, kata-kata tersebut pasti disetujui oleh guru manapun di muka bumi. Memang betul dengan mempersiapkan berarti keberhasilan sudah ditangan kita 80%. Dengan persiapan kita merasa maikn percaya diri. Hal ini berlaku untuk semua guru baik yang baru memulai karir mengajarnya sampai yang sudah puluhan tahun mengajar. Mengatakan bahwa materi pengajaran sudah diluar kepala, sudah bukan jamannya lagi. Hal tersebut seperti mengatakan bahwa semua materi pengajaran sudah dihapal, dan tidak perlu perencanaan lagi. Padahal hal tersebut rawan pengulangan saat mengajar dan ujungnya akan membuat siswa bosan. Read more…

Resolusi tahun baru 2012, saatnya menjadi guru yang lebih baik bagi siswa kita

3 Januari 2012

Berhentilah mereka yang berprofesi sebagai guru jika mereka kurang suka belajar. Kata-kata tadi memang benar adanya. Jika gurunya saja tidak mau belajar maka siap-siap saja , siswanya pun akan malas untuk belajar.

Pergantian tahun bagi sistem pendidikan di Indonesia berarti ganti semester. Keduanya saat yang tepat untuk kembali merenung merancang hal apa yang jadi tujuan di tahun atau semester berikutnya.

Di tahun ajaran ini saya mengajar kelas 4 SD sebuah tingkatan di pendidikan dasar yang kerja kesehariannya adalah menyempurnakan kerja para guru yang bersusah payah membuat pondasi pengetahuan siswa di kelas 1 sampai 3. Dengan tugas saya di kelas tersebut maka resolusi saya pun tidak jauh dari semua hal yang membuat saya bisa sukses sebagai guru yang mengajar murid-murid abad 21.

Saya akan mulai dengan hal pertama, anda juga boleh memberi komentar bahkan memberikan link resolusi yang anda buat di blog anda.

1. Saya berusaha untuk menjadi guru yang mudah diajak kerja sama. Kerja sama berarti kerja tim atau berarti bekerja dengan berkolaborasi. Dengan berkolaborasi akan banyak peluang muncul. Peluang yang saya maksud bisa berupa cara mengajar saya yang lebih baik, karena saya terbuka terhadap kolaborasi ide dari sesama guru.

2. Saya ingin lebih banyak menggunakan jenis dan metode penilaian kepada siswa. Mudah-mudahan anda merasakan juga bahwa saat menilai siswa adalah saat dimana sebagai guru kita dalam posisi yang sakral seperti layaknya seorang hakim. Terlalu tinggi memang pengandaian saya, namun inti dari penilaian siswa adalah mencari informasi yang obyektif mengenai perkembangan siswa yang kita ajar dikelas. Agar lebih mudah bagi kita untuk mengajar dengan lebih baik bagi siswa yang masih belum memenuhi standar. Terngiang di telinga saya istilah 'assessment for learning' dan 'assessment to learning'.

3. Berpikir dan berjiwa besar. Sebuah hal yang menantang untuk diperbuat. Banyak tugas yang terkadang membuat saya berhitung, apakah ini tugas saya? Mengapa saya yang mesti mengerjakan, mengapa bukan guru lain? Dan sederet pertanyaan lainnya yang membuat tugas tersebut menjadi kurang maksimal dikerjakan karena terpaksa. Hal yang tidak diketahui dari sebuah tugas yang kita kerjakan adalah sebenarnya ia menjadi batu loncatan untuk kita naik kelas alias bertambah ilmu dan bertambah pengalaman.

4. Mengefektifkan teknologi dari yang mungkin dan paling mudah. Hampir semua siswa saya membawa hand phone bahkan banyak dari mereka membawa smart phone. Di tahun 2012 saya ingin mencari bentuk pembelajaran yang pas yang bisa menggunakan teknologi dari dekat dan yang pasti siswa saya miliki.


 

Resolusi tahun baru 2012, saatnya menjadi guru yang lebih baik bagi siswa kita