Program ‘Community Service (C&S) di Ananda Islamic School

 

Gambar

GambarP

Program Community Service merupakan salah satu program di Ananda Islamic School. Di kelas 7-10, siswa didorong untuk berpartisipasi dalam masyarakat, layanan atau masyarakat dan kegiatan berbasis layanan. Terserah kepada siswa untuk memilih dan merenungkan apa yang merupakan kegiatan C & S. Di kelas 9-10, siswa harus mampu menunjukkan inisiatif pribadi melalui pilihan mereka dan kegiatan C & S.

Setiap siswa diwajibkan untuk menyelesaikan tiga C & S lembar refleksi per tahun untuk portofolio C & S mereka, dengan setidaknya satu dari lembaran ini merefleksikan kegiatan pelayanan. Portofolio juga dapat berisi foto, jurnal, puisi, dll Di kelas 7, bimbingan guru dalam C & S adalah kuat, sedangkan dengan nilai 9-10, siswa mengambil lebih C & S tanggung jawab.

Sistem portofolio di Ananda Islamic School Secondary (SMP dan SMA)

IMG_2582 IMG_2580 IMG_2578 IMG_2579

Sebagai seorang pembelajar semua siswa di secondary diajarkan untuk menyusun dokumen pembelajarannya setiap 6 bulan sekali. Hal ini sangat penting dikarenakan pembelajaran yang dilakukan direncanakan dengan baik oleh para guru dan siswa dianggap sebagai mitra dalam pembelajaran.

Portfolio berguna sebagai sarana siswa merayakan keberhasilan pembelajaran. Karena isi dari portfolio ini siswa yang memilih berdasarkan pertanyaan dan umpan balik yang diberikan oleh semua guru yang mengajar. Misalnya ‘kegiatan mana yang paling kalian sukai’ atau ‘ jika kalian diminta mengulangi kegiatan belajar ini maka apa yang akan kalian lakukan untuk bisa hasilkan yang terbaik?’. Dengan demikian siswa belajar untuk bersikap reflektif dan belajar dari kesalahan

Prinsip pengelolaan sekolah sehingga bisa dipercaya oleh orang tua siswa

Gambar

Tulisan ini akan mengangkat mengenai bagaimana prinsip dari pengelolaan sekolah swasta serta membuat orang tua percaya bahwa pengelolanya adalah amanah. Sebuah hal yang tidak mudah karena mengelola sekolah seperti mengelola kepercayaan dan mengelola sebuah lembaga dengan prinsip bisnis dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Berikut ini adalah prinsipnya.

1. rekrut guru yang baik dan hindari merekrut guru hanya karena ia mau dibayar murah.ada pepatah yang katakan, jika kita melempar kacang maka monyetlah yang akan datang. Guru yang baik datang karena penggajian yang lumayan dan sistem yang bagus saatnya sekolah kembangkan keduanya.

2. Dahulukan membuat sistem baru memikirkan hal yang lain. Buat semua dalam sistem, misalnya bagaimana sistem merekrut guru, sistem anggaran, sistem komunikasi. sistem penggajian, sistem penilaian guru serta sistem lainnya yang bisa membuat guru betah karena aturan yang mengikat sekaligus membuat guru nyaman karena sekolah menjaga dirinya agar tetap kreatif.

3. Seimbangkan antara mengembangkan fisik sekolah dan mengembangkan guru. Jika sekolah hanya senang membangun fisik (karena akan terus menjadi miliknya) dan enggan membangun serta mengembangkan guru karena khawatir mereka akan ‘kabur’ maka sekolah melewatkan membuat sistem kepegawaian serta knowledge manajemen yang baik. hasilnya sekolah akan mnuai protes orang tua siswa karena gurunya yang mengajar asal-asalan

4. Perlakukan orang tua siswa sebagai orang yang terhormat setara dan berprasangka baiklah kepadanya. Di sekolah swasta orang tua dengan cepat menghitung berapa yang sudah ia bayarkan dan berapa yang sekolah berikan pada dirinya melalui anak-anaknya. Jika sekolah tidak inovatif bersiaplah mendapat orang tua yang komplain dan cerewet serta menyalahkan sekolah terus menerus.

5. membangunlah saat libur. Hal ini sangat penting karena sekolah yang membangun saat libur berarti keuangannya sehat dan berorientasi pada pelayanan. Jadwalkan pembangunan ini dan itu, jadwalkan renovasi ini dan itu saat liburan pasti orang tua siswa jatuh hati dan percaya, karena mereka merasa sekolah tempat anaknya bersekolah adalah pengelolanya amanah.

6. Manfaatkan 10 tahun pertama, sekolah swasta akan cepat ditinggalkan orang tua siswa dan guru-gurunya jika ketahuan terlalu banyak mengambil untung. Orang tua akan protes keras karena merasa bukan pada tempatnya pengelola sekolah mengambil untung dari sekolah. Padahal semua perlu biaya, dengan demikian pengelola sekolah perlu manfaatkan 10 tahun pertama untuk raih kepercayaan orang tua siswa untuk kemudian saat orang tua sudah percaya maka mereka akan datang sendiri bahkan berlomba untuk merekomendasikan pada sanak keluarga.

Demikian prinsip menurut saya, silahkan jika ada rekan yang ingin menambahkan

 

3 P di sekolah yang efektif (Place, People and Profit)

Tiga hal yang menjadi judul artikel ini menjadi ‘agak aneh’ ketika diterapkan di sekolah. Sepertinya konsep diatas hanya cocok untuk dunia wirausaha. Namun saatnya sekolah membuka diri untuk menggunakan konsep yang berasal dari luar konsep pendidikan. Berikut ini adalah paparan saya mengenai konsep diatas dalam konsep persekolahan.

 

Place (tempat)

Sekolah yang nyaman dan bersih membuat semua yang belajar dan bekerja didalamnya merasa senang, bangga dan terhormat. Sebaliknya sekolah juga bisa mencapai standar yang tadi saya sebutkan dalam konsep yang sederhana sesuai kemampuan. Inti dari konsep ‘place’ adalah sekolah bisa menjadi rumah kedua bagi siswa dan tempat yang nyaman bagi guru untuk berkarya sebagai professional. Bagus dan aman tidak perlu mahal karena untuk apa jika sekolah yang bagus gedungnya namun guru keluar masuk atau orang tua merasa dikecewakan dan sibuk complain kemana mana.  Soal ‘tempat ‘ bisa juga diartikan sebagai atmosfir, sejatinya sebagai tempat mendidik sekolah mesti bernuansa pendidikan dan bukan bisnis atau (maaf) tempat penitipan anak.

 

People (manusia)

Ketika bicara ‘people’ yang ada di bayangan saya adalah guru-guru yang ada di sekolah. Sebagai sekolah swasta Ananda Islamic School percaya sekali bahwa guru mesti diberdayakan dan bukan diperdayakan. Dua kata yang mirip namun beda makna.

Gurudan karyawan di sekolah  diberdayakan dengan cara

  • di dengar apa keinginan yang bisa membuatnya jadi semakin professional
  • menciptakan nuansa kerja yang positif dan bebas dari prasangka negatif
  • ada nuansa saling menghormati antar guru, guru dengan orang tua siswa, guru dan siswa serta siswa dan guru.
  • Membuat suatu system dimana mereka merasa dihargai karena kinerja dan bukan karena kedekatan personal
  • Menghargai pencapaiannya sebagai pribadi sebagai guru dan sebagai orang yang punya keinginan dan cita-cita
  • Berusaha mempercaya guru dan berbaik sangka . Berbaik sangka diajarkan dengan jelas dalam Agama Islam dan jadi penyembuh dari berbagai macam penyakit hati. Sekolah yang sehat bebas dari ‘penyakit hati’ seperti gossip dll.

Profit

Bicara profit mohon dibedakan dengan membicarakan uang atau kekayaan. Sekolah yang bagus dan baik memang perlu dana. Namun profit disini saya artikan sebagai keuntungan yang dihasilkan sekolah dan diberikan kembali kepada masyarakat.  Kepada yang mengelola pun kata ‘profit’ bisa diartikan sebagai berkah (sebuah hal yang jika kita percaya tidak bisa dinilai dengan uang0 atau ‘priceless’. Jika kedua prinsip yang sebelumnya (Place and People) dijalankan sekolah akan mendapatkan profit sebagai konsekuensi. Profit yang saya maksud antara lain lulusan yang dihasilkan punya kontribusi pada masyarakat, guru-guru nya berprestasi, siswanya cemerlang dalam akhlak dan akademis. Sementara sekolah tidak perlu pusing lagi soal dana karena murid mengantri untuk masuk karena cerita yang beredar mengenai sekolah ini sangat harum dan menjadikan semua calon orang tua merasa cocok dan senang menyekolahkan anaknya .

Dengan demikian jelaslah bahwa profit hanya datang setelah usaha yang keras dalam hal sarana dan prasarana (Place) dan orang-orang yang bekerja di dalamnya (people) merasa betah dan mempercayakan sebagian episode dalam hidupnya bekerja bersama sekolah tsb. Jadi selamat bekerja keras saya ucapkan bagi semua orang yang peduli pada pendidikan yang terbaik untuk generasi Indonesia sekarang dan masa depan.

 

Penting bagi pemilik dan kepala sekolah; prinsip memulai dan mengelola perubahan

Image

 

Prinsip perubahan di sekolah

perubahan di sekolah dimulai dengan sapaan akrab dan obrolan ringan antar guru sebagai teman dan bukan teguran keras di rapat

Perubahan di sekolah perlu dipimpin oleh seorang yg fokus pd tujuan namun fleksibel dlm cara

Perubahan di sekolah itu bukan soal ganti ini ganti itu atau ganti siapa namun lebih pada kembangkan hal yg baru sama2, sebisa dan semampunya dan dikokohkan lewat sistem yang dibangun bersama

Kata `perubahan` mesti jadi hal yg akrab di telinga pendidik, berpikiran terbuka, modal utk jalani karier mengajar

Menjadi pendidik mesti rela jadi agen perubahan

Saat memilih jadi pendidik ya mesti siap berubah, sebaik2nya perubahan dilakukan secara bersama

 

Perubahan di sekolah perlu dipimpin oleh seorang yg fokus pd tujuan namun fleksibel dlm cara

Strategi memberikan PR yang bermakna

Strategi memberikan PR yang bermakna

Memberikan pekerjaan rumah sepanjang niatnya membuat siswa makin tertarik pada pembelajaran yang ia lakukan di kelas silahkan saja. Hal yang mesti dihindari jika memberikan PR karena takut di komplain ortu siswa dan sebab lain di luar membuat siswa makin senang belajar